Saturday, 6 April 2013
Dua minggu yang lalu, pak Bambang tidak dapat hadir untuk memberi kami materi kuliah seperti biasanya,, soalnya beliau sudah duluan dipinjem untuk acara i-sat nya Aneuk Teknik Industri. Jadi, pada kesempatan itu juga beliau memberikan kami tugas, tugasnya adalah menentukan
persamaan ketebalan dengan cara menganalisa gambar lereng gunung yang ada. 


Penampakan sebenarnya dari tugas yang diberikan ialah seperti ini:
1. Tentukan rumus/ persamaan untuk gambar 3.4 (b,c,d,e,f,g,h) untuk mendapatkan t (ketebalan)


2. Tentukan persamaan untuk nilai ketebalan (t) dari gambar 3.5 (a,b,c)



Jawab:

sebelum kita bahas apa jawabannya, mending kita pahami terlebih dahulu apa yang dimaksud dengan ketebalan


Ketebalan adalah jarak tegak lurus antara dua bidang sejajar yang merupakan lapisan batuan


Ketebalan lapisan bisa ditentukan denganbeberapa cara, baik secara langsung maupun tidak langsung.

Pengukuran secara langsung dapat dilakukan pada suatu keadaan tertentu, misalnya lapisan horisontal yang tersingkap pada tebing vertikal atau lapisan vertikal yang tersingkap pada topografi datar.

Apabila keadaan medan, struktur yang rumit atau ketebalan alat yang dipakai tidak memungkinkan pengukuran secara langsung, tetapi sebaiknya diusahakan pengukuran mendekati secara langsung. Pengukuran tidak langsung yang paling sederhana adalah pada lapisan miring, tersingkap pada permukaan horisontal, dimana lebar singkapan diukur tegak lurus jurus, yaitu w dengan menggunakan kemiringan lapisan (δ) maka ketebalannya 

T = w sin δ

Apabila pengukuran lebar singkapan tidak tegak lurus jurus (I) maka lebar sebenarnya harus dikoreksi lebih dulu

 w = I sin β

dimana β adalah sudut antara jurus dengan arah pengukuran. Ketebalan yang didapat adalah

 T = I sin β sin δ 

Dengan cara yang sama dapat dipakai apabila pengukuran lebar singkapan dilakukan permukaan miring. Dalam hal ini ketebelan merupakan fungsi dari sudut miring (δ) dan sudut lereng (σ). Pendekatan lain untuk mengukur ketebalan secara tidak langsung dapat dilakukan dengan cara mengukur jarak antara titik, yang merupakan batas lapisan sepanjang lintasan tegak lurus jurus. Pengukuran ini dilakukan apabila bentuk lereng tidak teratur. Bisa juga menghitung ketebalan lapisan dari peta geologi.Untuk mengukur ketebalan pada lereng, apabila pengukuran tidak tegak lurus jurus digunaka persamaan trigonometri berikut

T = I [ sin δ cos σ sin β = sin σ cos δ ]

Dimana :

δ = Kemiringan lereng terukur

d = Sudut kemiringan lapisan

σ = Sudut lereng terukur

β = Sudut antara jurus dan arah pengukuran

Catatan Penting: 

dip adalah sudut kemiringan lapisan batuan diukur dari bidang horizontal. Lambang: δ

Slope berarti sudut kemiringan lereng diukur dari bidang horizontal. Lambang: σ

Tebal sesungguhnya dilambangkan dengan t
Tebal semu dilambangkan dengan w.

pada kasus ini, kita mengamsusikan bahwa “pemotongan” tegak lurus strike (dengan kata lain, true dip-lah yang dipakai).

jadi berikutlah jawabannya ...

1.
    b. T = w sin (σ - δ)
    c. T = w sin δ
    d. T = w sin (σ + δ)
    e. T = w atau T = I sin β
    f. T = w sin (180 - σ - δ)
    g. T = w sin ( 90 - σ )  atau T = w sin ( δ - σ ) 
    h. T = w sin ( δ - σ )

2. 
    a. T = v cos δ - h sin δ
    b. T = h sin 6 + v cos 6
    c. T = h sin δ - v cos

untuk nomer 2, ada beberapa simbol yang engga jelas, gitu dah jadinya,, 

Catatan Tambahan: 
menurut informasi yang saya dapat, tugas ini nantinya harus dipresentasikan oleh setiap kelompok, jadi bukan hanya jawaban sajalah yang dibutuhkan, tetapi pemahaman darimana jawaban tersebut lahir. 
berikut Penjelasannya darimana jawaban tersebut berasal


0 comments:

Cari

Loading...

Pesan Sahabat

AneukGeofisika. Powered by Blogger.